Harga Gas Proyek Gasifikasi Watu Bara Pertamina Dan Ptba Bakal Mahal?

Harga Gas Proyek Gasifikasi Watu Bara Pertamina Dan Ptba Bakal Mahal?

Foto: ReutersFoto: Reuters

Jakarta - PT Pertamina (Persero) membeberkan proyek gasifikasi kerikil bara dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Nilai investasi yang tidak sedikit dikhawatirkan menciptakan harga jual gas nantinya tinggi.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menyampaikan pihaknya sudah berhitung dengan PTBA terkait harga jualnya. Produk yang dihasilkan dengan PTBA ialah dimethyl ether (DME) yang merupakan produk gasifikasi kerikil bara dan dapat dijadikan substitusi LPG.

"Gasifikasi dengan PTBA kita sudah berhitung sebetulnya. Produk Pertamina kan DME kan buat substitusi dari LPG," kata Nicke di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

Ia menyampaikan bahwa harga produk akan kompetitif alasannya ialah PTBA akan memasok kerikil bara dengan kalori rendah yang harganya dapat di bawah harga pasar.


"Seperti halnya, kerikil bara kan yang low range. Kaprikornus kita dapat berhitung," tutur Nicke.

Sebagai informasi, PTBA akan menciptakan perusahaan patungan dengan beberapa perusahaan untuk hilirisasi kerikil bara.

Di Tanjung Enim, PTBA akan membentuk perusahaan patungan dengan 3 perusahaan lainnya yakni PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Chandra Asri Petrochemical.

Di Tanjung Enim, perusahaan ini nantinya memproduksi sejumlah produk antara lain dimethyl ether (DME) yang merupakan produk gasifikasi kerikil bara dan dapat dijadikan substitusi LPG. Lalu, juga akan memproduksi pupuk dan polypropylene. Sementara, di Peranap, PTBA menggandeng Air Product dan Pertamina. Nantinya, akan memproduksi DME.



Simak Video "Ditanya soal Mafia Migas, Ahok: Saya Bukan Godfather"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2