Hary Tanoe Ambil Alih 3 Surat Utang Produsen Taro Yang Gagal Bayar

Hary Tanoe Ambil Alih 3 Surat Utang Produsen Taro Yang Gagal Bayar

Foto: Ari SaputraFoto: Ari Saputra

Jakarta - PT MNC Kapital Tbk (BCAP), perusahaan milik MNC Group menetapkan untuk ambil alih porsi portofolio obligasi milik PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA). Surat utang yang diterbitkan itu di antaranya TPS Food 1 Tahun 2013, Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 dan Sukuk Ijarah TPS Food II Tahun 2016 yang telah dinyatakan default alias gagal bayar.

Perusahaan milik Hary Tanoe ini mengambil langkah tersebut guna menjaga reputasi anak perjuangan perusahaan PT MNC Asset Management (MAM) di mata nasabahnya.

"Sebagai wujud janji kami untuk menuntaskan permasalahan dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik untuk para nasabah MAM, Perseroan bertanggung jawab untuk mem-bail-out porsi AISA," kata Direktur Utama BCAP Wito Mailoa dalam keterangan resminya, Jumat (20/12/2019).


Keputusan itu diambil perusahaan sehabis MAM mendapatkan surat himbauan dari OJK mengenai problem kepemilikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan Penempatan investasi pada Efek yang default dan Efek yang ketika ini sedang dalam proses restrukturisasi.

Perusahaan juga menyesuaikan valuasi atas Efek Obligasi Sumberdaya Sewatama I Tahun 2012 Seri B dan Sukuk Ijarah Sumberdaya Sewatama I tahun 2012.

MAM mengklarifikasi bahwa adanya kelebihan porsi persentase pada portofolio reksa dana konvensional lebih dari 10% dan reksa dana syariah lebih dari 20% serta kepemilikan efek terafiliasi lebih dari 20%, bukan dengan sengaja, melainkan lebih disebabkan oleh perubahan harga pasar dari portofolio dan perubahan Asset Under Management (AUM) dari reksa dana tersebut yang menyebabkan beberapa reksa dana melebihi ketentuan yang ditetapkan oleh OJK.

"Selama 19 tahun berdiri, MAM selalu dan senantiasa memenuhi segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. MAM segera menuntaskan permasalahan ini dengan tetap mengutamakan kepentingan dari para nasabah MAM," kata Direktur Utama MAM Frery Konjongian.


Sekadar informasi, TPS Food menerbitkan obligasi dan dan sukuk ijarah (sukuk) TPS Food I dengan nilai masing-masing Rp 600 miliar dan Rp 300 miliar pada 1 April 2013.

Obligasi dan sukuk ijarah ini akan jatuh tempo pada 5 April 2018 dengan tingkat suku bunga tetap 10,25%. Bunga dan fee ijarah dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan.

Namun lantaran alasan keuangan, perusahaan mengajukan perpanjangan pembayaran obligasi sampai 12 bulan sehabis tanggal jatuh tempo. Itu artinya perusahaan masih terus membayarkan bunga.

Perusahaan yang dulu bergerak di industri beras ini memang tengah mengalami permasalahan panjang. Awalnya ketika anak usahanya PT Indo Beras Unggul (IBU) yang dituding melaksanakan pengoplosan beras subsidi menjadi beras premium. Hal itu berujung dengan penjualan lini bisnis berasnya.

Simak Video "Kasus Hary Tanoe Dihentikan, Tim 01: Tak Bisa Dijadikan Bukti"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2