Ini Diam-Diam Mrt Jakarta Punya Kinerja Kinclong Selama Beroperasi

Ini Diam-Diam Mrt Jakarta Punya Kinerja Kinclong Selama Beroperasi

Foto: Mindra Purnomo/InfografisFoto: Mindra Purnomo/Infografis

Jakarta - Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta telah sembilan bulan beroperasi. Hingga sekarang kinerja mentereng dicatatkan MRT Jakarta, sasaran penumpang 65 ribu per hari saja terlampaui sampai mendekati 90 ribu per hari.

Yang unik, pendapatan non tiket yang berasal dari iklan, penamaan stasiun, retail yang sebelumnya diasumsikan hanya menambah pemasukan maksimum 50% dari pendapatan tiket, justru berhasil menjadi berlipat-lipat jumlahnya.

Business Development Director MRT Jakarta, Ghamal Peris menyampaikan ada beberapa gebrakan drastis yang dilakukan di dalam tim bisnis. Perubahan tersebut ialah mengubah mindset alias referensi pikir perusahaan menuju ke hasil bukan hanya proses semata.

"Tugas paling berat ialah mengubah mindset korporasi dari yang awalnya berorientasi kepada proses menjadi berorientasi kepada hasil" ujar Ghamal lewat keterangan tertulis kepada detikcom, Jumat (13/12/2019).
Langkah awal yang dilakukan Ghamal ialah mulai merombak tim, melaksanakan pembinaan coaching value proposition selling sampai menerbitkan hukum yang mewajibkan sales representative untuk melaksanakan sales visit tiap harinya.

"Proses bisnis harus diadaptasi untuk mencapai hasil yang maksimal. Prinsip yang saya pegang ialah transparansi dan ketidakberpihakan. Saya jelaskan ke tim bahwa kita hanya berpihak kepada yang sanggup menunjukkan revenue terbesar. Just follow the money" ujar Ghamal.

Gebrakan ini dinilai cukup signifikan, hasil penjualan meningkat di banyak sekali lini bahkan ada yang mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan metode yang sebelumnya. Bahkan, capaian pendapatan non tiket MRT juga diakui oleh salah satu forum internasional.

"Dalam salah satu pertemuan regional di Bangkok, mereka heran melihat pendapatan non tiket sanggup melampaui pendapatan tiket. Karena mereka cukup paham dengan kinerja operator berbasis rel yang ada di negara tetangga menyerupai Malaysia, Filipina dan Thailand," kata Gamal.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2