Jepang Buka Peluang Tambah Investasi Di Ri, Ini Syaratnya

Jepang Buka Peluang Tambah Investasi Di Ri, Ini Syaratnya

Foto: Tim Infografis, Fuad HasimFoto: Tim Infografis, Fuad Hasim

Jakarta - Indonesia kian gencar menggenjot investasi asing. Tujuannya tak lain untuk mendongkrak perekonomian nasional yang dipandang mentok di kisaran 5%.

Merespon keseriusan pemerintah Indonesia, pengusaha asal jepang mengaku siap menambah porsi investasi di Indonesia. Apa lagi, kekerabatan dua negara, Indonesia-Jepang selama ini terbilang cukup baik.

Ketua JETRO Nobuhiko Sasaki mengatakan, kekerabatan kedua negara yang sudah berjalan baik lebih dari 60 tahun, harus mengalami peningkatan dan perbaikan. Ia menyampaikan, poin utama kekerabatan ekonomi Indonesia-Jepang ialah bagaimana melaksanakan perbaikan dan peningkatan dalam bidang investasi, sumber daya insan dan transfer teknologi, perbaikan infrastruktur serta competitiveness terutama daya saing pengembangan ekspor.

"Ada peluang lanjutan investasi Jepang di Indonesia, apalagi kalau dibarengi dengan kemudahan atau insentif untuk kemudahan investasi," kata Sasaki dalam pertemuan yang juga dihadiri Presiden Direktur JETRO Jakarta, Keishi Suzuki dikala mendapatkan kunjungan delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua dewan perwakilan rakyat Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel belum usang ini.


Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Keidanren kebijakan dan agresi Fumiya Kokubu dan Wakil Ketua Bidang Komite Ekonomi Jepang-Indonesia Ken Kobayashi. Keduanya mengatakan, kekerabatan kedua negara harus semakin dekat alasannya yaitu Indonesia yaitu kawan ekonomi yang sangat strategis.

Sementara itu CEO JBIC Tadashi Maeda mengatakan, JBIC dikala ini tengah membahas kemungkinan pembentukan sovereign wealth fund (SWF) yang sanggup dipakai untuk membiayai aneka macam proyek di Indonesia menyerupai pembangunan infrastruktur dan perumahan.

"Skema yang sama juga diterapkan pada investasi di Uni Emirat Arab," kata Maeda.

SWF merupakan forum finansial yang dimiliki negara untuk mengumpulkan dana publik dan menginvestasikannya ke asset yang lebih luas dan beragam. Kemungkinan pembentukan SWF ini sudah dibicara dengan Presiden Jokowi dan sejumlah menteri beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Maeda juga memberikan apresiasi dan kebanggaan atas upaya dan inisiatif Rachmat Gobel selama ini dalam meningkatkan kerjasama Indonesia-Jepang baik melalui Perhimpunan Indonesia-Jepang maupun sebagai Utusan Khusus investasi Indonesia.

"Upaya Bapak Rachmat selama ini begitu mendalam dan menempel di hati masyarakat Jepang," kata Maeda.


Rachmat Gobel mengatakan, hasil pertemuan tersebut bakal disampaikan ke pemerintah selaku pengambil kebijakan.

"Usulan dan masukan dari JETRO, JBIC dan Keidanren ini akan menjadi catatan delegasi dan segera disampaikan untuk menjadi masukan buat pemerintah," katanya.

Jepang yaitu investor terbesar kedua di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, investasi dari negara matahari terbit ini mencapai lebih US$ 30 miliar. Negara ini juga tercatat sebagai kreditor terbesar dalam menawarkan derma untuk pembiayaan APBN.

Simak Video "Trauma Dirampok, Farah Quinn Ogah Simpan Berlian di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2