Jiwasraya Tekor Rp 32 T, Dpr: Perampokan Terstruktur Direksi Lama

Jiwasraya Tekor Rp 32 T, Dpr: Perampokan Terstruktur Direksi Lama

Foto: Rengga Sancaya/detikcomFoto: Rengga Sancaya/detikcom

Jakarta - Masalah keuangan yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) disebut terjadi semenjak beberapa tahun lalu. Hal ini alasannya pengurus usang tidak menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya.

Anggota komisi VI DPR, Mukhtaruddin mendesak biar hasil audit yang telah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dapat dibuka.

Hal ini bertujuan untuk mengungkap adanya kesalahan pengelolaan investasi perseroan dan dugaan adanya korupsi yang dilakukan direksi lama.


Dia menjelaskan, duduk kasus yang terjadi di Jiwasraya bukan merupakan kesalahan direksi baru. Melainkan, duduk kasus defisit keuangan perseroan merupakan kesalahan direksi usang yang dinilai sudah merupakan perampokan terstruktur.

"Saya setuju ini ada perampokan terstruktur, alasannya mustahil investasi yang dilakukan tanpa ada kehati-hatian niscaya ada unsur kesengajaan," kata beliau di ruang komisi VI DPR, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Ia juga meminta penegak aturan dapat segera memproses adanya dugaan korupsi yang dilakukan administrasi dan direksi lama.

"Infonya Kejagung juga udah masuk. Perlu ada pencekalan terhadap direksi usang yang terindikasi terlibat. Orang usang yang harus bertanggungjawab. Ini malah direksi gres yang selamatkan iya," terang dia.


Dia mengapresiasi langkah direksi gres Jiwasraya yang cukup hening dan strategis dalam menyelamatkan perusahaan. Terlebih dikala ini, perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia tersebut tengah menghadapi defisit hingga Rp 32 Triliun jawaban kesalahan yang dilakukan direksi lama.

"Yang pertama tentu kita apresiasi pada pak Hexana selamatkan asuransi ini, hingga dari segi menenangkan nasabah. Makanya kita harus bekerjasama," ujar Mukhtaruddin.

Jiwasraya Tekor Rp 32 T, DPR: Perampokan Terstruktur Direksi Lama


Simak Video "KPK Turun Tangan Usut Kasus Gagal Bayar Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2