Jokowi Kesepakatan 4 Tahun Lagi Ri Setop Impor Produk Kimia

Jokowi Kesepakatan 4 Tahun Lagi Ri Setop Impor Produk Kimia

Foto: Andhika/detikcomFoto: Andhika/detikcom

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia tidak akan mengimpor produk petrokimia lagi dalam waktu tiga hingga empat tahun mendatang.

Hal itu menyusul janji PT Chandra Asri Petrochemical membangun tempat pabrik gres kedua di Kota Cilegon, Banten. Volume produksi petrokimia nasional akan bertambah 4 juta ton setiap tahunnya. Jokowi mencatat, kebutuhan poylethylene nasional sebesar 2,3 juta ton sedangkan jumlah produksi yang ada watu mencapai 736 ribu ton. Sehingga, impornya masih 1,52 juta ton. Jika dilihat nilainya sektor petrokimia defisit Rp 193 triliun.

"Sehingga kita tidak usah impar-impor lagi untuk produk kimia, dapat kita produksi dalam negeri. Target kita 3-4 tahun rampung," tutur Jokowi.


Selain dari Chandra Asri, Jokowi juga bilang akan ada investasi gres sektor petrokimia yang akan menambah volume produksi nasional. Investasi gres ini seiring pemerintah mengobral insentif menyerupai tax holiday dan tax allowance.

"Karena ini yaitu dalam rangka subtitusi barang impor produk impor, siapapun yang masuk dalam penanaman modal yang berkaitan dengan petrochemical, akan kita beri yang namanya tax holiday," ujar dia.

Selama ini, dikatakan Jokowi, defisit neraca perdagangan sebagian besar disebabkan oleh impor petrokimia yang yang besar yaitu nilainya mencapai Rp 317 triliun, sedangkan ekspornya gres mencapai Rp 124 triliun. Sehingga defisitnya sebesar Rp 193 triliun.


Selain itu, pemerintah juga membenahi defisit neraca perdagangan dengan menekan impor minyak dan gas (migas) melalui beberapa program, menyerupai mandatori biodiesel sebagai adonan BBM solar.

"Nanti tanggal 20-an kita akan launching yang B30. Itu juga akan mengurangi impor minyak. Kemudian juga avtur, yang juga sudah mulai turun drastis lantaran dapat kita produksi juga di dalam negeri. Gas elpiji nanti terdiversifikasi batubara juga dapat kita potong kurangi lagi, dan akan mengurangi semuanya," ungkap dia.

Simak Video "Jokowi Ingin Ada Pusat Riset Kelas Dunia di Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2