Karyawan Tvri Angkat Bicara Soal Kisruh Helmy Yahya-Dewas

Karyawan Tvri Angkat Bicara Soal Kisruh Helmy Yahya-Dewas

Foto: instagram @helmyyahyaFoto: instagram @helmyyahya

Jakarta - Keputusan Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI memberhentikan Direktur Utamanya Helmy Yahya menjadi polemik. Helmy sendiri pun melawan keputusan tersebut.

Tak usang sehabis penolakan Helmy, beredarlah sebuah pesan berantai di group chat Whatsapp. Pembelaan Helmy ditolak oleh warta yang diklaim sebagai alasan dari Dewas memecat Helmy, dan juga keluhan-keluhan dari karyawan. Adapun poin yang menjadi sorotan yaitu mengenai honor yang ditunggak semenjak bulan April 2019. Untuk mengkonfirmasi kebenaran tersebut, detikcom menghubungi dua karyawan TVRI secara terpisah.

Menurut karyawan TVRI yang dihubungi pertama kali oleh detikcom, warta honor sudah usang bergulir. Penunggakan memang benar ada, namun hal itu disebabkan oleh proses pembenahan sistem keuangan oleh Direktur Keuangan TVRI, Isnan Rahmanto. Lalu, dikala ini pun honor karyawan tengah dibayarkan secara berkala. Lagi pula, berdasarkan sumber tersebut, hanya 30% pegawai TVRI yang mendapatkan honor (honor di luar honor pokok).

"Isu honor itu bergotong-royong warta usang yang bergulir terus, dan itu tengah dibayarkan. Kalau pun dibayarkan itu merupakan efek domino dari tunggakan lama, tunggakan usang itu lantaran proses pembenahan sistem keuangan oleh Direktur Keuangan. Lagi pula yang mendapatkan honor dari seluruh karyawan TVRI hanya 30%. Tapi pada dasarnya semua akan terbayar dan karyawan tetap bekerja sebagaimana biasanya," kata sumber yang tak sanggup disebutkan namanya tersebut kepada detikcom, Senin (9/12/2019).


Secara tegas ia menyatakan bahwa honor pokok bulanan karyawan TVRI tak pernah menunggak dalam pencairannya.

"Untuk honor bulanan sama sekali nggak pernah menunggak," tegasnya.

Dihubungi secara terpisah, karyawan lain dari TVRI juga menyampaikan hal serupa.

"Tidak ada honor yang telat. Seluruh honor untuk pegawai, baik PNS maupun PBPNS (Pegawai Bukan PNS) dibayarkan sempurna waktu, sebagaimana diatur dalam Perundang-Undangan," tuturnya yang minta identitasnya dirahasiakan.

Ia pun menjelaskan bahwa honor yang ramai dibicarakan merupakan honor Satuan Kerabat Kerja (SKK). Dalam proteksi honor SKK tersebut, ia menilai bahwa perusahaan di bawah Helmy justru melaksanakan pembenahan dibandingkan kepemimpinan sebelumnya.

Karyawan TVRI Angkat Bicara soal Kisruh Helmy Yahya-Dewas




Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2