Kerugian Nasabah Jiwasraya Dan Bumiputera Dapat Rp 50 T

Kerugian Nasabah Jiwasraya Dan Bumiputera Dapat Rp 50 T

Kerugian Nasabah Jiwasraya dan Bumiputera Bisa Rp 50 TKerugian Nasabah Jiwasraya dan Bumiputera Bisa Rp 50 T

Jakarta - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengungkapkan potensi kerugian nasabah dari dua perusahaan asuransi jiwa nasional yakni Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1913 dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Nasabah dari dua perusahaan asuransi pelat merah tersebut berpotensi merugi sekitar Rp 40-50 triliun.

Koordinator Komisi III BPKN Rizal E. Halim mengatakan, angka tersebut merupakan potensi kerugian yang ditanggung jutaan nasabah Bumiputera dan Jiwasraya. Namun, hingga ketika ini, gres 20 nasabah dari Bumiputera dan Jiwasraya yang mengadu ke BPKN.

"Dari asuransi konsumennya gres sekitar 20 orang yang mengadu ke kami. Walaupun potensi kerugian ada sekitar Rp 40-50 triliun untuk kedua asuransi tersebut," ungkap Rizal dalam program pemaparan Catatan Akhir Tahun BPKN, kantor sentra Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Menurut Rizal, penyebab gagalnya kedua asuransi tersebut membayarkan polis nasabah yakni alasannya yaitu keganjilan administrasi perusahaan dan juga persolan investasi manipulatif.

"Dari data yang dikumpulkan ada duduk kasus miss management, ada duduk kasus investasi yang manipulatif di kedua asuransi ini yang berdampak pada besarnya piutang yang harus ditanggung oleh kedua asuransi," terang Rizal.


Bahkan, BPKN menilai bahwa kedua perusahaan tersebut terlibat dalam kejahatan korporasi yaitu menghancurkan perusahaan dari internalnya sendiri.

"Ini sifatnya massive dan hebatnya Bumiputera dua tahun kemudian kita dengar ada collapse dan sebagainya. Tapi itu gotong royong self destroying dalam konteks kejahatan korporasi. Kaprikornus ada prosedur self destroying sehingga dapat dipailitkan," imbuh Rizal.

Untuk itu, BPKN mendorong tindakan aturan yang dapat dijatuhkan pada dua perusahaan asuransi tersebut.

"Jadi kita tunggu dan kita akan dorong, kalau memang ada proses pidana di sana maka kita akan dorong ke kepolisian," tegasnya.

Rizal menuturkan, sebanyak 7 juta nasabah Jiwasraya dan 12 juta nasabah Bumiputera dapat jadi sasaran empuk para oknum bila kasus ini tak diselesaikan.

"Jangan hingga oknum-oknum ini berusaha memanfaatkan celah untuk merugikan masyarakat dan konsumen. Kedua asuransi ini jutaan nasabahnya, Jiwasraya 7 juta, dan Bumiputera 12 juta, bayangkan betapa massive-nya," pungkas Rizal.



Kerugian Nasabah Jiwasraya dan Bumiputera Bisa Rp 50 T


Simak Video "KPK Turun Tangan Usut Kasus Gagal Bayar Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2