Komitmen Investasi Di Ri, Netflix Cs Niat Berdiri Kantor?

Komitmen Investasi Di Ri, Netflix Cs Niat Berdiri Kantor?

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa perusahaan digital internasional asal Amerika Serikat (AS) berkomitmen meningkatkan investasi di Indonesia.

Presiden Jokowi gres saja mendapatkan delegasi Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (US-ASEAN Business Council). Pertemuan itu dihadiri sekitar 50 orang, di mana 46 merupakan perwakilan perusahaan asal AS menyerupai Google, Netflix, Apple, ExxonMobile, PT Freeport, Amazon, Chevron.

Hanya saja, Mahendra tidak sanggup memastikan bahwa seluruh perusahaan asal negeri Paman Sam khususnya di sektor digital akan membuka kantor cabang di Indonesia atau tidak.

"Karena teknis, alasannya yakni nggak mungkin tadi 46 perusahaan memberikan (semua) hal-hal tadi. Silahkan dikontak teman ASEAN business council di sini untuk detilnya," ujar Mahendra di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Meski demikian, Mahendra menegaskan bahwa kehadiran seluruh perusahaan tersebut dalam rangka meningkatkan janji investasi di Indonesia. Salah satunya yakni Netflix, perusahaan digital internasional ini sedang menjadi topipembicaraan di tanah air alasannya yakni rencana pemerintah yang sulit menarik kewajiban pajaknya.

"Tapi bahwa mereka tiba ke sini dengan jumlah yang besar memberikan bahwa pertimbangan mereka untuk hadir dan membuatkan presence di sini, aktivitasnya. Tentunya kerjasama dan investasi menjadi prioritas," kata Mahendra.



Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyampaikan Netflix sudah berkomitmen untuk mematuhi segala peraturan yang berlaku di Indonesia, termasuk problem perpajakan.

"Saya sampaikan kita sedang menyusun omnibus law perpajakan termasuk kegiatan perekonomian digital. Termasuk di situ Netflix itu sedang diatur," terang Johnny.

"Tapi saya mendengar dari Netflix mereka terbuka sekali untuk mengikuti hukum yang ada, alasannya yakni mereka membangun bisnis di negeri kita. Tidak hanya siap pajak mereka terbuka membantu literasi kebangsaan kita," tambahnya.

Mantan anggota Komisi XI dewan perwakilan rakyat ini mengungkapkan dalam UU omnibus law perpajakan nantinya perusahaan digital internasional tidak mesti membuka kantor cabang di Indonesia namun berkomitmen untuk membayar pajak dari setiap bisnis yang dijalankan di tanah air.

"Kalau sesuai hukum kita yang gres perlu ada kantor di dalam negeri. Omnibus law di AS dikenal namanya nexus kini new nexus tanpa ada kantor fisik tetapi kantor virtual tetap ada wajib pajak. Itu sedang kita diskusikan yang penting hukum jelas, pembayar sanggup patuh," ungkap dia.



Simak Video "Kominfo Peringati Netflix untuk Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik "
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2