Luhut Panggil Pengusaha Bahas Perjanjian Dagang Ri-As, Ini Hasilnya

Luhut Panggil Pengusaha Bahas Perjanjian Dagang Ri-As, Ini Hasilnya

Foto: Achmad Dwi AfriyadiFoto: Achmad Dwi Afriyadi

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengundang Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani ke kantornya. Undangan ini untuk membahas kelanjutan kolaborasi dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Ditemui usai rapat Hariyadi menyebut pihaknya melanjutkan pembahasan soal kolaborasi Apindo dengan US Chamber of Commerce (Kamar Dagang AS). Salah satunya yaitu menciptakan kantor perwakilan di kedua negara.

"Kita follow up soal yang mau buat office bersama dengan US Chamber kan kita mau dorong ekspor. Kita mau proyek ini jadi bersama antar US Chamber dan Apindo maka pengelolaan perdagangan akan lebih bagus," ucap Hariyadi di Kantor Luhut, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

Nantinya, perdagangan antara Indonesia dan AS akan semakin intens dengan perjanjian ini. Hariyadi menyampaikan bahwa Indonesia dipilih alasannya mempunyai defisit dagang yang rendah dengan AS. Kebetulan, AS pun sedang mencari pengganti barang-barang impor asal China.


"Ini posisi kita bagus, perdagangan kita sama mereka defisitnya kan kecil, jadi mereka cari negara yang defisit perdagangannya kecil. Kan ia juga sedang cari pengganti impor dari China, kita punya potensi itu. Amerika akan berikan ke kita apa yang kita butuhkan. Kita pun akan support ajakan mereka," ucap Hariyadi.

Diprediksi ekspor Indonesia ke AS akan meningkat hingga US$ 60 juta lima tahun sehabis perjanjian ini dimulai. Dia menyampaikan kemungkinan produk ritel yang jadi andalan ekspor menuju AS, mulai dari furnitur hingga kuliner dan minuman.

"Target kita perdagangannya US$ 60 juta, 5 tahun dari sekarang. Tahap awal kemungkinan retail ya yang diekspor, consumer goods, furniture, makanan, minuman, alasannya selama ini US dapatkan itu dari China," papar Hariyadi.

Targetnya, kolaborasi ini sanggup dimulai paling lambat Januari tahun 2020. "Target emang Desember tapi paling lambat Januari besok lah," ungkapnya.



Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2