Mangkrak 3 Tahun, Persoalan Lahan Proyek Lotte Chemical Karenanya Beres

Mangkrak 3 Tahun, Persoalan Lahan Proyek Lotte Chemical Karenanya Beres

Foto: MoU Lotte Chemical dan Krakatau Steel (Trio Hamdani - detikcom)Foto: MoU Lotte Chemical dan Krakatau Steel (Trio Hamdani - detikcom)

Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan tumpang tindih lahan di pabrik kimia Lotte Chemical sudah selesai. Pabrik ini bangkit di lahan area PT Krakatau Steel.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak hari ini yang disaksikan pribadi oleh Bahlil.

"Persoalan tanah ini, Lotte mendirikan industrinya di atas HPL (hak pengelolaan) Krakatau Steel, dan sudah diselesaikan," kata Bahlil di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2019).

Bahlil menjelaskan bahwa kasus lahan yang menghambat investasi Lotte Chemical hampir berlangsung selama 3 tahun.


"Persoalan Lotte. Investasinya US$ 4,2 miliar. Persoalan ini sudah mangkrak hampir 3 tahun. Masalahnya problem tanah dan perizinan. Ketika kami masuk 14 hari pertama, kerjaan kami ialah bagaimana selesaikan problem tanah ini," jelasnya.

Penandatanganan MoU hari ini untuk menegaskan selesainya permasalahan lahan tersebut. Penandatanganan dilakukan oleh Dirut PT Lotte Chemical Indonesia Kim Yong Ho dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim.

"Hari ini hari di mana MoU yang akan jadi landasan aturan untuk penyelesaian kasus Lotte dan Krakatau Steel. Saya katakan ini final dari dongeng yang tidak rugikan negara tapi juga tidak rugikan investornya, Lotte. Semua sanggup untung," tambahnya.






Simak Video "Soal Perwakilan Papua di Kabinet, Bahlil: Masa Masih Bicara Dikotomi?"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2