Mau Tambah Investasi Di Ri, Pengusaha Jepang Soroti Anak Muda

Mau Tambah Investasi Di Ri, Pengusaha Jepang Soroti Anak Muda

Foto: Dok. ReutersFoto: Dok. Reuters

Jakarta - Pemerintah terus berupaya memangkas perizinan yang menghambat investasi. Tujuannya, tak lain untuk menggenjot investasi gres yang dibutuhkan sanggup membuat lapangan kerja gres dan mendorong peningkatan perekonomian nasional.

Selain mendorong penyederhanaan perizinan, perintah dan forum negara lainnya juga gencar melaksanakan pendekatan ke sejumlah negara semoga mau membenamkan dananya di Indonesia.

Wakil Ketua Federasi Organisasi Ekonomi Jepang (Keidanren) bidang Kebijakan dan Aksi Fumiya Kokubu, menyampaikan meski di tengah situasi ekonomi global yang sulit, pengusaha Jepang tetap berkomitmen menanamkan investasinya di Indonesia, dan korelasi ekonomi Jepang-Indonesia harus semakin erat dan kuat, alasannya Indonesia yaitu kawan ekonomi yang sangat strategis di wilayah Asia Tenggara.


Sementara itu Wakil Ketua Keidanren yang juga Ketua Komite Ekonomi Jepang-Indonesia Ken Kobayashi mengatakan, kemajuan ekonomi yang telah dicapai oleh Indonesia harus dibarengi referensi pikir yang berubah, khususnya bagi belum dewasa muda yang ingin bekerja.

"Dunia telah berubah. Indonesia yang melimpah dengan sumber daya alam, harus lebih maju daripada Jepang yang tidak mempunyai sumber daya alam menyerupai Indonesia. Mari kita garap bersama dan maju bersama," kata Kobayashi ketika mendapatkan delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua dewan perwakilan rakyat Bidang Koordinasi Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel.

Berkenaan dengan itu, Rachmat mengatakan, Indonesia tengah melaksanakan restorasi ekonomi dalam upaya mendorong transformasi dari negara berpenghasilan menengah (middle income) menuju negara berpenghasilan tinggi (high income) melalui visi Indonesia Emas 2045.

Transformasi ini membuka banyak sekali peluang perjuangan dan investasi dalam jumlah besar, yang merupakan prospek kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Dalam skenario yang dirancang oleh Bappenas, ada tiga tahapan untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045 ini. Tahap Pertama yaitu penguatan struktur ekonomi yang direncanakan berlangsung hingga 2025.


Kemudian Tahap Kedua yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis penemuan berlangsung 2026-2035, dan Tahap Ketiga yaitu modernisasi ekonomi berbasis kualitas dan berkelanjutan yang berlangsung 2036-2045.

Semua itu membutuhkan dana investasi besar. Sebagai gambaran, dalam skenario Bappenas pada tahap I atau penguatan struktur ekonomi hingga 2025 dibutuhkan investasi sedikitnya 34,1% PDB, kemudian pada tahap dua 2026-2035 dibutuhkan investasi 36,4% PDB dan Tahap tiga yaitu pada 2036-2045 dibutuhkan investasi sebesar 38,1% PDB.

"Kami berharap, sebagai salah satu kawan utama kerjasama ekonomi selama ini, dunia saha Jepang yang tergabung dalam Keidanren ikut berkontribusi dalam memanfaatkan peluang kerjasama bisnis yang akan semakin terbuka di Indonesia," kata Rachmat.

Simak Video "Trauma Dirampok, Farah Quinn Ogah Simpan Berlian di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2