Motif Pengembang Bodong Lancarkan Aksinya

Motif Pengembang Bodong Lancarkan Aksinya

Foto: Muhammad RidhoFoto: Muhammad Ridho

Jakarta - Belum usang ini, terungkap penipuan perumahan syariah fiktif atau pengembang bodong yang memakan korban 3.680 orang. Perumahan yang ditawarkan yaitu Perumahan Amanah City di daerah Maja, Lebak, Banten.

Melihat dari duduk perkara itu, CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyebut kemungkinan pengembang tersebut awalnya tidak ingin menipu, tapi alasannya yaitu kesulitan pendanaan di tengah jalan.

"Saya rasa itu bukan murni penipuan, alasannya yaitu yang terjadi itu pengembang kesulitan cash flow. Modalnya nggak besar lengan berkuasa tiba-tiba beliau nggak dapat bangun, cari kemana-mana pun makin usang nggak dibangun jadi masuknya ranah penipuan," kata Ali dikala dihubungi detikcom, Jumat (20/12/2019).


Ali menjelaskan, pengembang menyerupai itu biasanya lahan yang ditawarkan ke konsumen belum 100% miliknya. Dia bilang, pengembang tersebut biasanya berjualan sambil mencicil tanah dari pemilik lahan.

"Jadi beliau tuh beli tanah ke pemilik lahan. Tapi beliau nggak beli secara total, beliau nyicil ke pemilik lahan. Dia DP tanahnya, lalu beliau bicaralah boleh nggak aku DP sekian terus aku eksklusif jualan? Kalau pemilik tanah bilang boleh ya beliau sama-sama jualan," sebutnya.

Pengembang pun merasa kesulitan di tengah jalan alasannya yaitu uangnya habis untuk mencicil tanah ke pemilik lahan. Jika sudah begitu, kesudahannya pengembang tidak dapat menuruti impian konsumen untuk membangun rumah.

"Dia (pengembang) nggak paham bisnis perumahan, beliau menganggap simpel dengan uang konsumen beliau dapat bangun, dapat ke bank, ternyata memang nggak segampang itu," terangnya.


Untuk itu, jikalau ingin membeli rumah pastikan kelegalitasan tanah. Jangan hingga tanah tersebut justru belum lunas atau masih dicicil oleh si pengembang.

"Tanyakan tanahnya sudah murni milik PT belum? Konsep-konsep menyerupai ini tanahnya bukan milik PT masih perseorangan. Itu bahaya. Ada risiko alasannya yaitu dapat saja kabur atau apa dan tidak dapat dipertanggung jawabkan," sebut Ali.

Simak Video "Pengembangbiakan Anggrek, Kalimantan"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2