Orang Korsel Jadi Korban Jiwasraya, Bumn Ri Buruk Di Mata Asing

Orang Korsel Jadi Korban Jiwasraya, Bumn Ri Buruk Di Mata Asing

Foto: Rengga Sancaya/detikcomFoto: Rengga Sancaya/detikcom

Jakarta - Nasabah Jiwasraya dari produk JS Saving Plan sedang ketar-ketir menunggu penyelesaian masalah. Tak hanya dari dalam negeri, ada sebanyak 470 orang warga Korea Selatan (Korsel) yang juga menjadi korban asuransi milik negara ini.

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengungkapkan masalah kegagalan investasi yang menimpa Jiwasraya berpotensi mengganggu iktikad abnormal terhadap tubuh perjuangan milik negara (BUMN).

"Bisa (berpotensi ganggu kepercayaan). Hal ini juga alasannya yaitu bank tidak cukup memberi klarifikasi secara transparan dan akuntabel kepada nasabahnya bahwa produk JS bukan produk perbankan dan return yang dijanjikan berlebihan," kata Irvan ketika dihubungi detikcom, Jumat (6/12/2019).


Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dito Ganinduto mengungkapkan baik perusahaan, pemerintah hingga dewan perwakilan rakyat tak mengharapkan ada penurunan iktikad dari pihak abnormal tanggapan duduk kasus yang menimpa Jiwasraya.

"Kita tidak harapkan itu terjadi, tapi inikan terbukti kalau BUMN asuransi kita tidak prudent dalam menjalankan bisnis. Sudah berlarut-larut dan bertahun-tahun. Suka tidak suka hingga hari ini belum akhir juga," kata Dito.

Dia menyampaikan, pihak Komisi XI akan memanggil kembali direksi Jiwasraya untuk membicarakan kelanjutan penyelesaian duduk kasus ini.


Sebelumnya Bos Samsung salah satu perwakilan korban dari Korsel, Lee Kang Hyun bercerita bahwa kebanyakan orang Korea di Indonesia ditawarkan asuransi lewat bank. Salah satunya lewat Bank KEB Hana, dengan komplemen asuransi milik perusahaan pelat merah, banyak orang Korea yang tertarik dan jadi nasabah.

"Saya ketua Kadin Korea Indonesia, saya korban juga, 470 orang Korea jadi korban. Orang Korea sebagian besar menabung di Hanna Bank, maka ditawari lah asuransi Jiwasraya. Orang Korea nanya bunganya berapa? Hanna Bank bilang bunganya tinggi, alasannya yaitu ini Jiwasraya milik negara," ucap Lee di Ruang Rapat Komisi VI dewan perwakilan rakyat pekan lalu.

Simak Video "KPK Turun Tangan Usut Kasus Gagal Bayar Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2