Pantas Erick Thohir Jengkel, Anak Perjuangan Bumn Ada 600 Lebih

Pantas Erick Thohir Jengkel, Anak Perjuangan Bumn Ada 600 Lebih

Foto: Zaki Alfarabi/Tim InfografisFoto: Zaki Alfarabi/Tim Infografis

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperketat perizinan pembentukan anak, cucu hingga cicit BUMN. Hal ini dipertegas lewat penerbitan Keputusan Menteri (Permen) BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019.

Hal itu dilakukan sehabis dirinya jengkel dan mengetahui bahwa ternyata banyak anak hingga cucu perusahaan negara.

Lantas berapa jumlah anak cucu BUMN?

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyampaikan anak perusahaan BUMN semenjak dulu memang sudah banyak. Sehingga ia tidak kaget jikalau dikala ini jumlahnya semakin bertambah. Dalam catatannya ada 600-an anak perusahaan BUMN pada tahun 2005.

"Sebenarnya anak perusahaan BUMN sudah banyak tahun 2005 saja itu sudah sekitar 600an jadi memang dari dulu sudah banyak," kata Said dikala dihubungi detikcom, Jumat (13/12/2019).


Said menjelaskan, perusahaan anak BUMN terbagi menjadi luar bisnis inti dan dalam bisnis inti. Menurutnya, keberadaan anak perusahaan BUMN yang di dalam bisnis inti memperlihatkan bantuan yang baik. Berbeda dengan anak perusahaan yang di luar bisnis inti.

"Sebagian besar anak perusahaan bisnis inti itu untung dan anggun ibarat halnya Telkomsel anak perusahaannya Telkom kan, lalu Pertamina ET anak perusahaannya Pertamina, itu kan bagus. Kaprikornus tidak semua anak perusahaan itu jelek, tapi memang jauh lebih banyak anak perusahaan yang di luar bisnis inti," ujar dia.


Sebelumnya, Erick Thohir menyampaikan belum menghitung jumlah total anak hingga cucu perjuangan yang dimiliki perusahaan pelat merah tersebut. Dia bilang untuk 1 BUMN ibarat PT Pertamina (Persero) saja dapat mempunyai hingga lebih dari 140 anak usaha.

"Ya nggak tahu (jumlahnya), Pertamina saja 142. Belum (dihitung totalnya)," kata Erick di kantor sentra Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Simak Video "Swasta Produksi Avtur, Erick Thohir: Welcome Saja, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2