Rapat Kartu Pra Kerja, Jokowi: Bukan Menggaji Pengangguran

Rapat Kartu Pra Kerja, Jokowi: Bukan Menggaji Pengangguran

Foto: Muhammad Iqbal/detikcomFoto: Muhammad Iqbal/detikcom

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agenda kartu pra kerja bukan upaya pemerintah menggaji para pengangguran. Hal itu diungkapkannya ketika membuka rapat terbatas (ratas) mengenai akselerasi implementasi agenda siap kerja dan santunan sosial.

"Ratas siang ini membahas akselerasi, implementasi agenda siap kerja dan santunan sosial. Terkait implementasi kartu pra kerja, aku ingin menegaskan lagi agenda ini bukan menggaji pengangguran," kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

"Ini penting aku sampaikan, alasannya ialah seolah-seolah pemerintah akan menggaji. Tidak, itu keliru," tambahnya.

Jokowi menjelaskan, melalui agenda kartu pra kerja pemerintah membiayai training atau vokasi untuk para pencari kerja mulai dari usia 18 tahun ke atas. Pesertanya tidak sedang menjalani pendidikan formal, melainkan para korban PHK dan pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.


Pasalnya dalam kartu pra kerja ini ada tiga agenda yang dilalukan, yaitu skilling, up skilling, dan reskilling.

"Jadi, tujuan kartu pra kerja ada dua, mempersiapkan angkatan kerja dan terserap atau menjadi entrepreneur," ujarnya.

Mantan Wali Kota Solo ini juga ingin mendapat kepastian implementasi agenda kartu pra kerja.

"Dalam ratas ini aku ingin mendapat laporan mengenai persiapan detail implementasi terutama soal project management office, siapa yang akan melaksanakan ini, kesiapan platofrm digital dan alur bisnis proses menyerupai apa, ketiga bagan pencairan dana," ungkap dia.



Rapat Kartu Pra Kerja, Jokowi: Bukan Menggaji Pengangguran


Simak Video "Lulusan Sekolah Menengah kejuruan Penyumbang Terbesar Pengangguran di Jawa Barat"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2