Ri Butuh Rp 1.000 T Untuk Kejar Sasaran 45 Gw Energi Terbarukan Di 2025

Ri Butuh Rp 1.000 T Untuk Kejar Sasaran 45 Gw Energi Terbarukan Di 2025

Foto: Dikhy SasraFoto: Dikhy Sasra

Jakarta - Institute for Essential Services Reform (IESR) memproyeksi Indonesia membutuhkan investasi sebesar US$ 70-90 miliar untuk mencapai sasaran bauran energi terbarukan 23% pada 2025 mendatang.

"Perhitungan kami di IESR, untuk investasi yang dibutuhkan demi mencapai sasaran ini kira-kira dibutuhkan investasi senilai US$ 70-90 miliar atau kira-kira Rp 1.000 triliun," ujar Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa dalam program peluncuran laporan tahunan Indonesia Clean Energy Outlook (ICEO) di The Energy, SCBD, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Akan tetapi, sampai selesai 2019, capaian investasi yang diterima pemerintah terbilang rendah dan belum mencapai sasaran tahunannya.

"Investasi energi terbarukan terus turun dan ada di bawah sasaran yang bergotong-royong dicanangkan dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) maupun RENSTRA (Rencana Strategis) Kementerian ESDM pada tahun 2015," tuturnya.


Capaian investasi energi terbarukan tahun ini yaitu sebesar US$ 1,17 juta dari total sasaran senilai US$ 1,8 juta/tahunnya.

Selain tak capai target, 5 proyek dari total 75 proyek energi terbarukan yang telah menandatangani Power Purchase Agreements (PPAs) bahkan tercatat sudah diterminasi atau diputus kontraknya.

"Dan sejumlah proyek ET yang telah menandatangani PPA 2017-2018 masih mengalami kesulitan financial close," sambungnya.


Tak hanya itu, sejumlah investor absurd yang sepanjang tahun 2015-2016 ramai masuk ke Indonesia, perlahan menentukan menarik diri dan berpindah ke negara tetangga khususnya Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

"Bahkan dari hasil survei kami terakhir, sejumlah bank dalam negeri mulai kehilangan appetite atas proyek-proyek energi terbarukan di Indonesia," tutupnya.

Simak Video "Pesisir Jawa Tengah Terancam Tenggelam"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2