Saran Sby Kejar Sasaran Pertumbuhan Ekonomi 5,3%

Saran Sby Kejar Sasaran Pertumbuhan Ekonomi 5,3%

Foto: Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di JCC, Senayan, Jakarta. (Gibran-detikcom)Foto: Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di JCC, Senayan, Jakarta. (Gibran-detikcom)

Jakarta - Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bicara soal pertumbuhan ekonomi dalam Refleksi Pergantian Tahun. Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menyampaikan pertumbuhan ekonomi di level 5% bukan hal yang jelek alasannya yaitu situasi global yang juga kurang apik.

"Demokrat setuju dengan Presiden Jokowi bahwa angka pertumbuhan pada tingkat 5% bukanlah sesuatu yang buruk. Terutama kalau dikaitkan dengan situasi perekonomian global dikala ini," kata SBY di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Ia tak mempermasalahkan hal tersebut, asal sasaran pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3% harus tercapai.

"Yang penting, sasaran pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan untuk tahun 2020 sebesar 5,3% sanggup dicapai," tuturnya.


Kalau ekonomi loyo, contohnya di bawah 6%, kata SBY, maka lapangan kerja yang gres sulit terbuka. Dengan begitu, pendapatan dan daya beli masyarakat juga sulit dipacu.

"Penghasilan dan daya beli rakyat sulit ditingkatkan. Angka kemiskinan juga tak gampang untuk diturunkan," katanya.

Untuk mengejar sasaran pertumbuhan ekonomi di level tersebut, SBY menyampaikan harus menggenjot investasi. BUMN dan swasta diperlukan bisa menggenjot investasinya tahun depan.

"Usaha swasta, dan bukan hanya BUMN, harus menerima peluang bisnis yang lebih besar. Karenanya, Demokrat mendukung penuh upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi kita," ujarnya.

Selanjutnya, konsumsi masyarakat juga harus dijaga, baik pemerintah maupun rumah tangga. Di tengah daya beli yang belum membaik, SBY mengatakan, ada dua hal yang harus dilakukan.

"Kesatu, penciptaan lapangan kerja gres harus sukses. Kalau sukses, konsumsi rumah tangga secara agregat akan terus meningkat. Kedua, perlu dipastikan biar anggaran sumbangan sosial, termasuk subsidi bagi kaum tidak mampu, jumlahnya memadai," tambahnya.


SBY memahami belanja pemerintah menjadi komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah juga diminta mengalokasikan belanjanya cerdas dan tepat.

Upaya untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi juga bisa dilakukan dengan fokus pada industri manufaktur, terutama yang berbasis pertanian dan sumber daya mineral.

"Juga sektor perdagangan, konstruksi dan kepariwisataan," tambahnya.

SBY juga menyambut baik tekad Jokowi, biar Indonesia bisa keluar dari jebakan penghasilan kelas menengah (middle income trap) di tahun 2045 mendatang. Untuk itu, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

"Pengalaman menawarkan bahwa pertumbuhan ekonomi 6% setahun, akan menciptakan pendapatan per kapita naik 2 kali lipat dalam 10 tahun. Insya Allah Indonesia bisa. Kita punya success story dalam waktu 10 tahun 2004-2014 income per kapita kita naik 3 kali lipat lebih, dari US$ 1.100 menjadi US$ 3.500," katanya.

Simak Video "SBY Ajak Kadernya Hormati Pemerintahan Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2