Sederet Pr Dirut Gres Bank Mandiri

Sederet Pr Dirut Gres Bank Mandiri

Foto: Ari SaputraFoto: Ari Saputra

Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) punya eksekutif utama baru, yaitu Royke Tumilaar yang menggantikan posisi Kartika Wirjoatmodjo yang menjadi wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Royke sebagai bos gres bank pelat merah ini. Mulai dari ekonomi domestik hingga global.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menjelaskan, sasaran pertumbuhan penyaluran kredit di tahun depan tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang sedang mengalami gejolak.

Menurut ia ekonomi yang tengah melemah menciptakan pertumbuhan kredit tak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan kredit targetnya mencoba untuk tumbuh dekati 10%. Lihat ekonomi ketika ini juga tahu diri, kami targetkan 9%-10%. Sudah enggak bisa menyerupai tahun-tahun sebelumnya yang tumbuh 14%-16%," kata ia dalam konferensi pers hasil RUPSLB di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Adapun hingga kuartal III-2019 Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,78% atau telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 841,9 triliun. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan September 2018 yang bisa tumbuh sebesar 13,8%.

Dia menjelaskan, pertumbuhan kredit di tahun depan bakal ditopang segmen ritel atau konsumer. Memang rencananya bergeser dari segmen korporasi yang ketika ini masih mendominasi penyaluran kredit.

"Kami akan coba cari keseimbangan marginnya yang bagus, risiko juga enggak terlalu tinggi, itu kita coba shifting kesana, semoga pertumbuhannya berkelanjutan ke depan. Kami lihat korporasi beberapa tahun terakhir cukup tinggi, nah kami akan coba membawa korporasi itu kerja sama dengan ritel," imbuh dia.

Seiring dengan proyeksi kredit tahun depan, Royke juga mengaku berat untuk penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh dobel digit di tahun 2019. Menurutnya, kredit akan tumbuh di kisaran 9% hingga selesai tahun.

"Berusaha untuk capai 10%, tapi kayaknya berat, mungkin sekitar 9% sudah bagus," tambahnya.

Pelemahan ekonomi diakui Royke menciptakan tertekan kinerja korporasi sehingga penyaluran pembiayaan pun tersendat, karena korporasi juga sekarang banyak yang menentukan untuk menahan ekspansi. Padahal kredit korporasi mengambil tugas besar dalam penyaluran kredit Bank Mandiri.

"Korporasi sudah relatif berat growth-nya, kan lihat juga beberapa BUMN sedang konsolidasi, lagi ada perbaikan. Mau shifting ke swastanya juga masih wait and see, ini kan sulit," ungkap dia.

Apa taktik Royke?

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2