Siapa Di Balik Investasi Saham Gorengan Yang Buat Jiwasraya Nelangsa?

Siapa Di Balik Investasi Saham Gorengan Yang Buat Jiwasraya Nelangsa?

Foto: Rengga Sancaya/detikcomFoto: Rengga Sancaya/detikcom

Jakarta - Asuransi milik negara, Jiwasraya ketika ini sedang mengalami duduk kasus keuangan. Penyebabnya yakni salah kelola administrasi terdahulu yang menempatkan dana kelolaan ke instrumen investasi saham gorengan.

Saham gorengan yakni istilah yang dipakai untuk menggambarkan saham sebuah perusahaan yang 'bisa diatur' naik turunnya sehingga mempunyai risiko investasi yang tinggi.

Siapa di balik keputusan menempatkan dana milik penerima Asuransi Jiwasraya dalam saham gorengan sampai menciptakan perusahaan nelangsa menyerupai ketika ini?

Dalam wawancara khusus dengan detikcom bulan lalu, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengungkapkan ketika ia masuk, kondisi Jiwasraya sudah dalam keadaan tidak baik. Kemudian ia mulai menyusun taktik untuk pembenahan dan penyembuhan Jiwasraya.

"Jadi perusahaan kita ini, kami tuh masuk banyak yang tidak tahu ya (keadaannya). Kami masuk itu kan sudah dalam keadaan bermasalah. Terus kami ini (masuk) tingkatnya sebetulnya sudah evakuasi perusahaan," kata Hexana kepada detikcom di kantornya bulan lalu.


Hexana bahkan terang-terangan menyebut ada manipulasi pada laporan keuangan perusahaan ketika beliau masuk Jiwasraya. Hal ini juga yang menciptakan pemegang saham, dalam hal ini pemerintah merombak administrasi usang dan memasukkan dirinya.

"Jadi selama ini orang mendiskreditkan pemegang saham tiba-tiba begitu justru dari kecurigaan. Karena tidak GCG (Good Corporate Governance) di perusahaan, sehinggga laporan pun itu tidak benar. Agak dimanipulasi laporannya," katanya.


Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengungkapkan duduk kasus Jiwasraya terjadi alasannya yakni pengurus usang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian.

"Tapi investasi yang dilakukan itu tidak didukung dengan tata kelola perusahaan dan standar operasional mekanisme yang baik oleh pengurus sebelumnya," kata Irvan.

Menurut dia, masalah Jiwasraya ini tidak sanggup terjadi hanya pelaku tunggal baik internal maupun eksternal.

"Jadi ini sanggup terjadi hanya dengan kolaborasi pihak internal atau pengurus usang dan eksternal serta termasuk juga oknum regulator," imbuh dia.

Simak Video "KPK Turun Tangan Usut Kasus Gagal Bayar Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2