Soal Biodiesel, Luhut: Kelihatannya Berhenti Di B50

Soal Biodiesel, Luhut: Kelihatannya Berhenti Di B50

Foto: Anisa IndrainiFoto: Anisa Indraini

Jakarta - Pemerintah dikala ini tengah menggenjot pemanfaatan biodiesel sebagai gabungan materi bakar minyak (BBM) jenis solar. Saat ini kegiatan B20 atau pencampuran 20% biodiesel dengan solar sudah berjalan, bahkan di tahun depan akan diterapkan B30.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan penerapan gabungan biodiesel berdampak pada menurunnya impor migas. Akhir tahun depan, Luhut mengatakan, kegiatan tersebut naik ke B40.

"B20 kita punya impor energi year on year itu sama dengan 2009. Makara kamu bayangkan 2016 lakukan bahwasanya sudah usang kita tidak impor. Tahun depan selesai kita masuk B40," ujar Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).



Luhut menyampaikan bahwa kemungkinan kegiatan ini hanya hingga B50. Pasalnya, pasokan gabungan materi bakar nabati (BBN) untuk gabungan solar belum cukup.

"Kelihatannya berhenti di B50 alasannya nggak cukup suplainya," tuturnya.

Ia juga mengatakan, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berada di level US$ 700 per metrik ton. Harganya ke depan juga dapat naik seiring bertambahnya kebutuhan untuk materi gabungan solar untuk kegiatan B40 dan bahkan B50.

"Policy yang kita buat ini menyeimbangkan pengurangan fossil energy," katanya.

Luhut mengatakan, bukan mustahil kegiatan B50 dapat ditingkatkan hingga B100. Asal replanting sawit dapat dilakukan dengan maksimal.

"Bukan tidak dapat ke 100. Kondisi kini kita berhenti di 50, secara gradual dapat aja loncat," ujarnya.



Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2