Sumber Persoalan Yang Menggerogoti Pt Pann

Sumber Persoalan Yang Menggerogoti Pt Pann

Foto: Pradita UtamaFoto: Pradita Utama

Jakarta - PT PANN tengah menjadi sorotan. Namanya tak pernah terdengar bertahun-tahun, tapi tiba-tiba diusulkan mendapat suntikan penyertaan modal negara (PMN) di 2020 sebesar Rp 3,76 triliun.

Uang yang akan disuntikkan itu juga bukan untuk menyebarkan bisnis tapi untuk menyelamatkan perusahaan dari utang. Suntikan modal itu untuk pembayaran konversi pokok utang subsidiary loan agreement (SLA).

PANN sebetulnya bukanlah perusahaan kemarin sore. Perusahaan yang dulunya berjulukan Pengembangan Armada Niaga Nasional berdiri semenjak 1974. Perusahaan berdiri berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1974 ihwal Penyertaan Modal Negara untuk Pendirian Perseroan dalam bidang Pengembangan Armada Niaga Nasional.


Berdirinya PT PANN (Persero) menjadi amanat Rencana Pembangunan Lima Tahun atau Repelita II. Dokumen Repelita II tersebut menyatakan biar pemerintah membentuk suatu tubuh yang bertugas di bidang pembiayaan dan pengembangan armada niaga nasional.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan BUMN ini mempunyai direksi baru. Tapi, PT PANN punya persoalan semenjak tahun 1994.

Perusahaan ini didirikan dengan tujuan menawarkan pembiayaan hanya untuk kapal laut. Nah berdasarkan Erick awal mula perusahaan ini melempem ketika pada 1994 juga masuk membiayai pembelian pesawat.

"Direksinya gres tapi ada problem dari 1994 ketika me-leasing pesawat terbang yang jumlahnya 10 pada ketika itu. Saya rasa sangat tidak fair aku sebagai menteri eksklusif menyalahi direksi, tetapi ini ialah bab BUMN terlalu banyak dan tidak kembali ke core bisnis. Padahal PT PANN itu awal didirikan untuk leasing kapal laut. Bukan kapal udara. Nanti ada kapal-kapal yang lain, kapal-kapalan," terperinci Erick di Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/12/2019).


Terlebih, kata dia, pemerintah punya misi membuat lapangan kerja. Sementara, BUMN ini punya anak perjuangan yang 'menggemukkan diri' dan diisi oleh para oknum. Itu belum lagi perusahaan ini diisi oleh orang-orang bau tanah pensiunan.

"Apalagi, visi presiden yang bicara cipta lapangan kerja, ternyata BUMN ini punya anak hanya menggemukkan diri dan diisi cuma kroni-kroni oknum bahkan orang-orang, mohon maaf aku bukan anti orang tua, aku sangat apresiasi, tapi jika diisi pensiunan sedangkan 58% penduduk Indonesia di bawah 35 (tahun) berarti kan tidak membuka lapangan kerja," tutupnya.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2