Tantangan Ri Pertahankan Ekonomi Tumbuh Di Atas 5%

Tantangan Ri Pertahankan Ekonomi Tumbuh Di Atas 5%

Foto: Ari SaputraFoto: Ari Saputra

Jakarta - Ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh di bawah 5%. Namun, pemerintah sebetulnya punya peluang keluar dari bahaya tersebut salah satunya lewat peningkatan investasi asing.

Investasi gres yang masuk bisa mendorong penciptaan lapangan kerja gres dan mendongkrak daya beli masyarakat.

Sayangnya, dikala ini investasi gila yang masuk ke Indonesia dinilai tidak terlalu deras. Hal ini disebabkan oleh banyaknya aturan-aturan yang berbenturan mulai dari pemerintah sentra dan pemerintah daerah.


Ketua Bidang Industri dan Manufaktur Apindo Johnny Darmawan menjelaskan penyebab sulitnya investasi gila masuk ke Indonesia yaitu kebijakan dan kepastian aturan yang sulit.

Menurut ia faktor lain yaitu lantaran pengusaha tak mempunyai daya saing untuk meningkatkan produksi ekspor.

"Misalnya tekstil, kita beli kapas 95% itu dari luar dan dikelola di sini, kan ada cost banyak itu," kata Johnny dalam konferensi pers di Kantor Apindo, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dibutuhkan banyak investasi di Indonesia.

Menurut ia hal ini yaitu pekerjaan rumah yang besar untuk pemerintah salam menarik investasi gila ke salam negeri.

"Untuk menarik investasi gila yang dibutuhkan itu reformasi struktural. Omnibus Law merupakan gebrakan yang luar biasa dari pemerintah untuk mendorong banyak investasi ke dalam negeri," imbuh dia.

Karena itu juga dibutuhkan percepatan realisasi Free Trade Agreement (FTA) demi membuka terusan pasar Indonesia. Kerja sama FTA dengan banyak sekali negara dan daerah ekonomi global juga sangat diharapkan sehingga produk hasil sektor manufaktur Indonesia bisa bersaing di dunia internasional.


Menurut Shinta dari sisi ketahanan energi perlu adanya konsistensi penerapan rencana umum energi. Hal ini dilakukan diantaranya dengan memperlihatkan insentif bagi industri yang menghasilkan energi gres dan terbarukan. Perbaikan kualitas regulasi dan birokrasi di bidang energi tanpa intervensi kepentingan politik juga harus diupayakan untuk membuat iklim investasi yang menarik.

Lalu dari sektor perpajakan, Apindo meminta Pemerintah tahun depan bisa menurunkan besaran tarif PPh mengikuti tren negara di dunia yang sudah menurunkan lebih dulu. Hal ini untuk mendukung daya saing industri, Apindo mendorong pemerintah untuk mereformasi perpajakan untuk membuat competitive tax rate.

"Regulasi perpajakan dan perizinan yang adil bagi semua platform bisnis retail juga diharapkan untuk mendorong kerja sama retail konvensional dengan retail platform digital," terperinci dia.

Simak Video "Sandi: Pemerintah Terjebak Dalam Pertumbuhan Ekonomi 5%"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2