Tantangan Startup Melantai Di Pasar Modal

Tantangan Startup Melantai Di Pasar Modal

Foto: Rengga SancayaFoto: Rengga Sancaya

Jakarta - Memperoleh modal perjuangan dari pasar modal semakin diminati banyak perusahaan rintisan (startup). Hanya saja, tidak setiap perusahaan rintisan mempunyai peluang yang sama untuk mendapat kepercayaan investor dan mengantongi dana segar melalui initial public offering (IPO).

Sejumlah analis menilai tantangan yang dihadapi sangat besar khususya bagi perusahaan start up, namun akan menjadi peluang bagi yang mempunyai model bisnis yang menjanjikan. Apalagi bisnis yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasar dikala ini atau sanggup dikatakan model bisnis kekinian untuk milenial.

Direktur Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, dikala ini otoritas bursa membuka pintu selebar-lebarnya untuk aneka macam perusahaan, termasuk perusahaan start up, dalam mendapat dana segar melalui IPO di bursa efek. Namun perusahaan tersebut tentu harus memenuhi perysaratan yang telah ditentukan oleh otoritas bursa. Dan untuk memenuhi persyaratan tersebut tentu membutuhkan biaya.

"Biasanya kalau go public maka laporan keuangan harus diaudit, menunjuk notaris, kemudian konsultan hukum, dan menyiapkan dokumen wacana mekanisme registrasi sampai underwriter. Ini tentu jadi persoalan bagi perusahaan tertentu, alasannya biayanya yang tidak mengecewakan tinggi untuk melaksanakan go public," katanya, Senin (9/11/2019).


Hans mencontohkan bagi perusahaan yang ukurannya start up kecil dengan nilai Rp10 miliar dan start up yang ukurannya relatif besar dengan nilai Rp300 miliar, kerjanya sama namun pendanaan yang didapatkan sanggup berbeda.

"Ini yakni challenge. Dan kita harus memahami banyaknya aturan yang ada akan menghalangi start up kecil untuk go public," katanya.

Meski demikian, Hans melihat perusahaan start up kecil ke depannya. Bagaimana peluangnya? buka halaman selanjutnya.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2