Uang Dan Ijab Kabul (3)

Uang Dan Ijab Kabul (3)

Foto: Dok. iStockFoto: Dok. iStock

Jakarta - Bila dilihat-lihat dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun terakhir generasi milenial yakni generasi yang menentukan untuk menikah di usia muda di bawah 25 tahun (untuk wanitanya).

Berbeda dengan generasi sebelumnya yaitu generasi X yang cenderung banyak mengejar karir dan pekerjaan sehingga gres menikah di usia melewai 25, 30, bahkan 35 tahun. Malah aku mengenal beberapa dari mereka yang sudah pasrah belum menikah di usia pertengahan 40 tahunan.

Mungkin ini juga yang menjadi salah satu alasan generasi milenial jilid 2 tetapkan untuk menikah cepat usia muda.

Akan tetapi menikah juga mempunyai konsekwensi, terutama wacana keuangan. Dalam artikel sebelumnya telah dibahas beberapa topik yang harus didiskusikan dengan calon pasangan hidup sebelum milenial tetapkan untuk menikah muda dan biar tidak terjadi kaget di lalu hari pasca pernikahan.

Sebelumnya sudah dibahas 2 topik pembahasan keuangan sebelum ijab kabul yaitu, akan tinggal di mana sesudah menikah, dan bagaimana cara pengaturan keuangan rumah tangga nanti.

Oh ya sebagai komplemen perlu juga disepakati siapa yang nanti akan menjadi Menteri Keuangan rumah tangga anda. Apakah akan diatur oleh suami atau semua diserahkan ke istri, khususnya untuk keuangan belanja bulanan dan kebutuhan rumah tangga. Hal ini penting biar suami dan istri sanggup saling menyebarkan peran.

Bagaimana Dengan Biaya Anak?

Oke lanjut, biaya apa lagi yang harus anda diskusikan berdua sebagai calon pengantin laki-laki dan wanita? Tentu saja sesudah menikah ada impian untuk mempunyai anak, nah anda harus mempersiapkan biaya ini.

Memiliki anak bukan suatu hal yang simple, itu yakni janji jangka panjang setidaknya selama 18-23 tahun ke depan. Oleh alasannya yakni itu persiapkanlah dengan baik dan benar.

Nah untuk mempunyai anak sendiri sedikitnya ada 4 tahapan. Pertama perencanaan mempunyai anak dan proses kehamilan.

Untuk generasi milenial yang masih muda seharusnya tidak sulit untuk mempunyai anak sehingga sanggup focus ke proses kehamilan. Dalam proses sebelum kehamilan dan semasa kehamilan ada biaya-biaya yang harus dipersiapkan contohnya tes TORCH, tes darah.

Kemudian ada biaya kontrol dokter rutin, ada biaya USG baik yang pakai diprint ataupun tidak. USG sendiri ada yang dari standard 2D hingga 4 dimensi, dan semakin tinggi maka biayanya akan semakin mahal. Belum lagi biaya obat dan vitamin yang juga harus dikonsumsi biar memperkuat ibu dan anak didalam kandungan selama proses kehamilan.


Selanjutnya biaya yang harus dipersiapkan yakni biaya persalinan. Nah, untuk persalinan akan sangat tergantung apakah akan melahirkan dengan dibantu bidan atau dengan dokter. Selain itu biaya melahirkan normal dan operasi c-section (cesar) tentu juga akan berbeda cukup jauh dan biayanya jutaan bahkan sanggup hingga puluhan juta.

Pasca melahirkan ada lagi biaya membesarkan anak yang harus dipersiapkan. Pertama yakni biaya aqiqah anak (bila seorang Muslim). Selain itu anak anda akan mendapatkan imunisasi yang juga harus dipersiapkan biayanya.

Setelah itu barulah mempersiapkan biaya masa depan untuk anak anda yaitu berupa sekolah. Biaya sekolah sendiri harus diperhitungkan secara detil dari mulai PAUD, TK, SD hingga sekolah menengah ibarat Sekolah Menengah Pertama dan SMA, serta sekolah lanjutan di Universitas.

Sumber pendanaan untuk kebutuhan ini biasanya dikompromikan antara suami dan istri. Idealnya suami yang membiayai akan tetapi jika istri mempunyai penghasilan cukup mungkin sanggup juga ikut membantu.

Bagaimana dengan biaya lain-lain?

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2