Viral Pesan Berantai Soal Problem Tvri, Begini Faktanya

Viral Pesan Berantai Soal Problem Tvri, Begini Faktanya

Foto: Gedung TVRI (Lisye Sri Rahayu/detikcom)Foto: Gedung TVRI (Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Jakarta - Di tengah kisruh pemecatan Helmy Yahya dari jabatan Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI oleh Dewan Pengawas (Dewas), muncul sebuah pesan berantai yang menjadikan polemik.

Pesan berantai tersebut diklaim sebagai alasan dari Dewas memecat Helmy, dan juga keluhan-keluhan dari karyawan. Adapun poin yang menjadi sorotan yakni mengenai honor yang ditunggak semenjak bulan April 2019.

Lantas, bagaimana faktanya? Untuk mengkonfirmasi kebenaran tersebut, detikcom menghubungi dua karyawan TVRI secara terpisah.

Menurut karyawan TVRI yang dihubungi pertama kali oleh detikcom, gosip honor sudah usang bergulir. Penunggakan memang benar ada, namun hal itu disebabkan oleh proses pembenahan sistem keuangan oleh Direktur Keuangan TVRI, Isnan Rahmanto. Lalu, ketika ini pun honor karyawan tengah dibayarkan secara berkala. Lagi pula, berdasarkan sumber tersebut, hanya 30% pegawai TVRI yang mendapatkan honor (honor di luar honor pokok).


"Isu honor itu tolong-menolong gosip usang yang bergulir terus, dan itu tengah dibayarkan. Kalau pun dibayarkan itu merupakan dampak domino dari tunggakan lama, tunggakan usang itu lantaran proses pembenahan sistem keuangan oleh Direktur Keuangan. Lagi pula yang mendapatkan honor dari seluruh karyawan TVRI hanya 30%. Tapi pada dasarnya semua akan terbayar dan karyawan tetap bekerja sebagaimana biasanya," kata sumber yang tak sanggup disebutkan namanya tersebut kepada detikcom, Senin (9/12/2019).

Secara tegas ia menyatakan bahwa honor pokok bulanan karyawan TVRI tak pernah menunggak dalam pencairannya.

"Untuk honor bulanan sama sekali nggak pernah menunggak," tegasnya..

Dihubungi secara terpisah, karyawan lain dari TVRI juga menyampaikan hal serupa.

"Tidak ada Gaji yang Telat. Seluruh honor untuk Pegawai, baik PNS maupun PBPNS (Pegawai Bukan PNS) dibayarkan sempurna waktu, sebagaimana diatur dalam Perundang-Undangan," tutur karyawan atau pun sumber kedua yang juga tak sanggup disebutkan namanya itu kepada detikcom.



Ia pun menjelaskan bahwa honor yang ramai dibicarakan merupakan honor Satuan Kerabat Kerja (SKK). Dalam pertolongan honor SKK tersebut, ia menilai bahwa perusahaan di bawah Helmy justru melaksanakan pembenahan dibandingkan kepemimpinan sebelumnya.

"Ada aneka macam kategori honor dalam penggunaan anggaran negara. Jika yang dimaksudkan yaitu SKK atau Honor Satuan Kerabat Kerja, maka sesungguhnya Direksi telah banyak melaksanakan perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dalam hal pembayaran. Bahkan untuk honor produksi bulan berjalan saja sudah dibayarkan kepada Kerabat Kerja yang berdinas," terang sumber tersebut.

Menurut sumber kedua itu, munculnya gosip penunggakan honor hanyalah sebagai jurus 'mengkambing-hitamkan' Helmy.

"Isu Honor SKK sering dijadikan alasan atau kambing hitam oleh sekelompok orang yang ingin memecat direksi. Seharusnya dalam pengambilan sebuah keputusan penting, dilakukan assesment atau evaluasi yang obyektif dengan mengukur parameter kinerja direksi, bukan eksklusif asal pecat. Saya mencium adanya indikasi like and dislike dibalik penonaktifan Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI," ucap sumber kedua itu.

Sebagai informasi, berikut pesan berantai yang beredar di group chat Whatsapp mengenai Helmy Yahya:

Izin sharing soal gosip Dirut TVRI Helmy Yahya. Isu ini mungkin perlu di-cross check lagi kebenarannya, cuma buat sharing:

1. Rebranding logo TVRI mencapai angka Rp 8 miliar (awalnya pengajuan anggaran Rp 20 miliar). Ganti logo hingga Rp 8 miliar? Uang rakyat, APBN!

2. Liga Inggris yang tayang di TVRI sudah tembus tagihan Rp 24 miliar. Uang APBN lagi. Selain itu, apa esensinya TVRI nyiarin Liga Inggris?

3. TVRI di kurun Helmy Yahya beli jadwal Discovery Chanel. Nilainya juga tidak sedikit. Uang APBN lagi. Mengapa bukan mengeksplore Indonesia?

4. Terdapat kerjasama dengan film dari China kerjasama dengan Pemerintah China selama 5 ribu jam di primetime. Kok gratis? Bagaimana kalau ternyata disusupi ideologi?

5. Kuis Siapa Berani katanya hibah. Tapi yang bikin masih PH rekanan Helmy Yahya.

6. Branding foto Helmy Yahya di aneka macam kantor TVRI. Termasuk mempekerjakan orang untuk membranding di sosial media.

7. Banyak karyawan yang belum dibayar berbulan-bulan.

8. Tidak tertib manajemen keuangan.

Simak Video "Panas Helmy Yahya Vs Dewas TVRI, dewan perwakilan rakyat Siap Memediasi"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2